<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Daniandrian&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://daniandrian.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://daniandrian.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Nov 2009 02:10:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='daniandrian.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Daniandrian&#039;s Blog</title>
		<link>http://daniandrian.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://daniandrian.wordpress.com/osd.xml" title="Daniandrian&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://daniandrian.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>ZERO ENERGY: Belajar dari Negeri Tetangga</title>
		<link>http://daniandrian.wordpress.com/2009/11/11/zero-energy-belajar-dari-negeri-tetangga/</link>
		<comments>http://daniandrian.wordpress.com/2009/11/11/zero-energy-belajar-dari-negeri-tetangga/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 02:09:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daniandrian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daniandrian.wordpress.com/2009/11/11/zero-energy-belajar-dari-negeri-tetangga/</guid>
		<description><![CDATA[Source: http://cetak.kompas.com/ Selasa, 3 November 2009 &#124; 02:38 WIB Oleh Christina E Mediastika Ketika banyak negara maju dan negara tetangga mulai tergerak menggagas serta mengaplikasikan bangunan hijau, bangunan ramah lingkungan, sampai bangunan zero energy, Indonesia tampaknya masih berkutat pada bangunan-bangunan yang secara konvensional hanya mengonsumsi energi. Sebutan Zero Energy Building (ZEB) ditujukan pada bangunan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daniandrian.wordpress.com&amp;blog=8960073&amp;post=11&amp;subd=daniandrian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="3556479p-" src="../files/2009/11/3556479p.jpg" alt="3556479p-" width="450" height="324" /></p>
<p>Source: http://cetak.kompas.com/<br />
Selasa, 3 November 2009 | 02:38 WIB</p>
<p>Oleh Christina E Mediastika</p>
<p>Ketika banyak negara maju dan negara tetangga mulai tergerak menggagas serta mengaplikasikan bangunan hijau, bangunan ramah lingkungan, sampai bangunan zero energy, Indonesia tampaknya masih berkutat pada bangunan-bangunan yang secara konvensional hanya mengonsumsi energi.</p>
<p>Sebutan Zero Energy Building (ZEB) ditujukan pada bangunan yang mampu memproduksi sendiri energi bebas emisi untuk keperluan bangunan itu, termasuk mampu memangkas kebutuhan energinya sampai titik terendah. Pada 26 Oktober lalu, Pemerintah Singapura meresmikan ZEB yang mereka klaim sebagai yang pertama di negara itu dan yang pertama di Asia Tenggara sebagai retrofitted building.</p>
<p>Istilah retrofit digunakan karena ZEB ini merupakan hasil renovasi sebuah gedung yang berdiri sejak 1994. Sementara, ZEB pada umumnya dibangun dari nol. Gedung tiga lantai dengan luas total 3.000 meter persegi ini merupakan bagian dari kompleks kampus Building and Construction Authority Academy (BCAA) sehingga mereka menyebutnya sebagai ZEB@BCAA (ZEB at BCAA).</p>
<p>Pengelola BCAA percaya, teori tentang bangunan hijau yang selama ini mereka ajarkan akan lebih mengena bila disertai perwujudan bangunan hijau di lingkungan kampus. Dengan dukungan dana dari pemerintah bekerja sama dengan National University of Singapore, biaya renovasi yang mencapai Rp 7 triliun diharapkan mampu mewujudkan cita-cita tersebut.</p>
<p>Sekitar 15 persen biaya terserap untuk penyediaan panel surya pada atap—diklaim terluas di Asia Tenggara. Hal yang lebih membanggakan bagi mereka, semua pekerjaan ZEB dilakukan tenaga ahli dan tenaga kerja lokal, termasuk panel surya.</p>
<p>Penyediaan energi lokal</p>
<p>Konsumsi energi terbesar pada bangunan umumnya pada aspek pengudaraan dan pencahayaan, oleh karena itu ZEB@BCAA memfokuskan rancangan pada dua hal tersebut.</p>
<p>Energi pada ZEB@BCAA diperoleh dari panel surya seluas 1.575 m, di mana 1.300 m berada di atap, dan sisanya di atap koridor, atap carport, dinding ruang tangga, kanopi, serta balustrade (pagar koridor).</p>
<p>Energi maksimum diperoleh pada Mei-September, yang disimpan dan digunakan pada bulan-bulan dengan perolehan energi lebih rendah. Perkiraan perolehan energi per tahun, 207.000 kWh, diprediksi bisa disisakan 1/3 bagian untuk disuplai ke bangunan lain di dalam kampus.</p>
<p>Energi lain seperti angin, air, atau bahan nabati belum bisa diterapkan. Ketersediaan di BCAA terbatas. Gedung ZEB@BCAA juga menjadi laboratorium uji teknologi paling efektif guna diaplikasikan pada ZEB-ZEB selanjutnya.</p>
<p>Sistem pengudaraan</p>
<p>Bagi bangunan tropis, kebutuhan utama pengudaraan adalah menyediakan udara sejuk dan segar ke dalam ruangan. Pada ZEB@BCAA, kebutuhan ini dipenuhi melalui sistem pasif dan aktif. Sistem pasif meliputi penempatan pohon-pohon besar pada sisi barat gedung untuk meredam masuknya sinar matahari siang dan sore. Selanjutnya, kanopi-kanopi dipasang untuk menaungi jendela kaca di sisi barat. Kanopi ini ada yang merupakan panel surya dan ada yang berupa bidang pemantul.</p>
<p>Untuk jendela digunakan berbagai jenis kaca low-emissivity yang meredam masuknya panas matahari ke dalam ruang. Cara lain guna terus menekan kebutuhan energi adalah sistem sensor air conditioning (AC)—otomatis menyala atau mati bergantung kehadiran manusia di dalamnya, dan hanya bekerja pada suhu 24° C-25° C. Khusus ruang staf, setiap meja dilengkapi dengan outlet AC sebesar mini-speaker-suhu dan kecepatan angin bisa diatur.</p>
<p>Pada beberapa ruang yang sengaja dirancang tanpa AC, digunakan ventilasi alami melalui cerobong dengan sistem stack. Teknik ini mampu menyediakan udara 11 kali lebih banyak dari teknik konvensional.</p>
<p>Sistem pencahayaan</p>
<p>Penggunaan cahaya alami sangat dimaksimalkan. Hal ini ditempuh melalui penggunaan pipa atau cerobong cahaya pada atap untuk memberikan cahaya pada bagian tengah gedung. Keseluruhan bagian dalam pipa yang berupa cermin akan memantul-mantulkan sinar matahari sampai menyentuh permukaan plafon semi transparan yang jaraknya 5 m dari ujung pipa. Ini didukung oleh mirror duct yang dipasang pada sisi timur dengan prinsip kerja seperti pipa cahaya.</p>
<p>Pada ruang-ruang sisi luar bangunan yang memperoleh cahaya kubah langit, kehadiran cahaya diperkuat dengan kanopi pemantul. Saat cahaya luar meredup, penggunaan lampu hemat energi dengan sistem dimmer otomatis akan mengatur penyediaan cahaya buatan sesuai keperluan.</p>
<p>Keberadaan ZEB@BCAA pada zona tropis semestinya menambah wawasan kita bahwa begitu banyak cara dapat dilakukan untuk menekan kebutuhan energi. Bila sekiranya ZEB belum dapat diterapkan karena sulitnya penyediaan energi hijau secara mandiri, sebagai langkah awal, penerapan rancangan aktif dan pasif pada pengudaraan dan pencahayaan untuk penghematan energi dapat dipilih. Pada ZEB@BCAA, sistem ini menekan kebutuhan energi sampai 50 persen. Lebih hemat.</p>
<p>CHRISTINA E MEDIASTIKA Dosen Arsitektur Universitas Atma Jaya Yogyakarta.Tengah melakukan riset di Singapura atas pembiayaan Depdiknas.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/daniandrian.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/daniandrian.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/daniandrian.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/daniandrian.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/daniandrian.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/daniandrian.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/daniandrian.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/daniandrian.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/daniandrian.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/daniandrian.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/daniandrian.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/daniandrian.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/daniandrian.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/daniandrian.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daniandrian.wordpress.com&amp;blog=8960073&amp;post=11&amp;subd=daniandrian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daniandrian.wordpress.com/2009/11/11/zero-energy-belajar-dari-negeri-tetangga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/68a802086e640c89ec71121db7bbeb5c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">daniandrian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Laboratorium Gas Metan Pertama di Indonesia Mulai Beroperasi</title>
		<link>http://daniandrian.wordpress.com/2009/11/11/laboratorium-gas-metan-pertama-di-indonesia-mulai-beroperasi/</link>
		<comments>http://daniandrian.wordpress.com/2009/11/11/laboratorium-gas-metan-pertama-di-indonesia-mulai-beroperasi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 01:58:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daniandrian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daniandrian.wordpress.com/2009/11/11/laboratorium-gas-metan-pertama-di-indonesia-mulai-beroperasi/</guid>
		<description><![CDATA[Source: http://www.mediaindonesia.com Rabu, 10 Juni 2009 12:48 WIB MATARAM&#8211;MI: Laboratorium penangkap gas metan pertama di Indonesia yang berlokasi di tempat pembuangan akhir (TPA) Supiturang Kota Malang, Jawa Timur, yang dibangun atas kerjasama segitiga antara Pemkot, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan BGP Engineering Belanda, mulai dioperasikan. Menurut Direktur Pusat Kajian Energi, Lingkungan dan Pembangunan Daerah UMM, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daniandrian.wordpress.com&amp;blog=8960073&amp;post=9&amp;subd=daniandrian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Source: http://www.mediaindonesia.com<br />
Rabu, 10 Juni 2009 12:48 WIB</p>
<p>MATARAM&#8211;MI: Laboratorium penangkap gas metan pertama di Indonesia yang berlokasi di tempat pembuangan akhir (TPA) Supiturang Kota Malang, Jawa Timur, yang dibangun atas kerjasama segitiga antara Pemkot, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan BGP Engineering Belanda, mulai dioperasikan.</p>
<p>Menurut Direktur Pusat Kajian Energi, Lingkungan dan Pembangunan Daerah UMM, Prof. Laode Kamaludin, Rabu, alat beserta instalasi yang telah terbangun itu murni dana hibah dari BGP engineering Belanda sebesar Rp1 miliar.</p>
<p>Ia mengemukakan, laboratorium penangkap gas metan di TPA Supiturang tersebut menggunakan teknologi tinggi yang dilengkapi solar sel dan komputer yang tersambung langsung ke internet. Komputer tersebut, katanya, mampu merekam banyaknya gas metan yang telah terbakar dan data-data itu secara otomatis langsung ditransfer ke reciever UMM dan BGP engineer Belanda.</p>
<p>Ia mengakui, gas metan yang ditangkap melalui alat penangkap gas metan (flaring) dibakar dan menghasilkan CO2 yang mampu mencegah kerusakan alam dan pemanasan global. &#8220;Gas metan ini merupakan salah satu gas yang berbahaya yang memiliki daya rusak 21 kali lipat ketimbang CO2. Gas metan ini mampu merusak lapisan ozon sehingga harus diamankan,&#8221; katanya menambahkan.</p>
<p>Pembangunan laboratorium gas metan di TPA Supiturang tersebut dimulai awal November 2008 dan menurut rencana akan dikembangkan untuk pengolahan gas metan secara komersial, karena gas metan yang berhasil ditangkap mampu menghasilkan energi listrik.</p>
<p>Hasil penelitian yang dilakukan tim dari Unmuh Malang bersama Belanda beberapa waktu lalu disebutkan, potensi gas metan yang dikelola melalui TPA Supiturang di Kota Malang, rata-rata mencapai 118,3 juta meter kubik per tahun untuk lahan seluas 5 hektare.</p>
<p>Harga jual gas metan rata-rata sebesar 18 dolar AS per ton dan areal lahan TPA Supiturang mencapai 12 hektare. Jika limbah sampah di TPA Supiturang tersebut diolah seluruhnya, pendapatan dari kerjasama pengelolaan itu akan menjadi dua kali lipat.</p>
<p>Selain menghasilkan gas metan sebanyak 118,3 juta meter kubik per lima hektare, TPA Supiturang juga mampu menghasilkan energi listrik minimal 5,6 juta Kwh per tahun dari volume sampah yang dibuang ke TPA rata-rata 700 sampai 800 meter kubik per hari dari 75 Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di daerah itu. (Ant/OL-02) </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/daniandrian.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/daniandrian.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/daniandrian.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/daniandrian.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/daniandrian.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/daniandrian.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/daniandrian.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/daniandrian.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/daniandrian.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/daniandrian.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/daniandrian.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/daniandrian.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/daniandrian.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/daniandrian.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daniandrian.wordpress.com&amp;blog=8960073&amp;post=9&amp;subd=daniandrian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daniandrian.wordpress.com/2009/11/11/laboratorium-gas-metan-pertama-di-indonesia-mulai-beroperasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/68a802086e640c89ec71121db7bbeb5c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">daniandrian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Potensi Besar Gas Metan Indonesia</title>
		<link>http://daniandrian.wordpress.com/2009/11/11/potensi-besar-gas-metan-indonesia/</link>
		<comments>http://daniandrian.wordpress.com/2009/11/11/potensi-besar-gas-metan-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 01:56:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daniandrian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[kliping]]></category>
		<category><![CDATA[metan]]></category>
		<category><![CDATA[sampah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daniandrian.wordpress.com/2009/11/11/potensi-besar-gas-metan-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[Source: http://www.greenradio.fm Tuesday, 02 June 2009 11:21 Eri Kartiadi Indonesia memanfaatkan gas metan baru sebatas untuk keperluan rumah tangga saja. Padahal negeri ini punya potensi besar memaksimalkannya menjadi energi listrik alternatif. Hal itu diungkapkan Arif Budi Witarto, Pakar Bioteknologi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). “Indonesia punya potensi luar biasa untuk memanfaatkannya sebagai energi alternatif. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daniandrian.wordpress.com&amp;blog=8960073&amp;post=8&amp;subd=daniandrian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Source: http://www.greenradio.fm<br />
Tuesday, 02 June 2009 11:21   Eri Kartiadi </p>
<p>Indonesia memanfaatkan gas metan baru sebatas untuk keperluan rumah tangga saja. Padahal negeri ini punya potensi besar memaksimalkannya menjadi energi listrik alternatif.</p>
<p>Hal itu diungkapkan Arif Budi Witarto, Pakar Bioteknologi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).</p>
<p>“Indonesia punya potensi luar biasa untuk memanfaatkannya sebagai energi alternatif. Tapi, belum dilakukan,” ujarnya saat berdialog di acara Green Talk, 89.2 FM Green Radio, Senin (1/6).</p>
<p>Potensi memperoleh gas metan datang dari berbagai sektor, misalnya sektor peternakan yaitu dari kotoran hewan ternak di kandang. Selain itu gas metan bisa diperoleh dari sektor lainnya seperti, pertanian, kehutanan dan juga dari sampah.</p>
<p>Menurutnya, dari situ saja sudah memberikan kandungan gas metan cukup besar bagi negeri ini. Terlebih kalau ditambahkan dengan cadangan timbunan gas metan di bawah laut. Keseluruhan potensi cadangan gas metan di Indonesia diprediksi sebesar 858,6 Tcf (trilyun kaki kubik).</p>
<p>“Jumlah yang sangat besar untuk dimanfaatkan sebagai energi bahan bakar pengganti fosil,” paparnya.</p>
<p>Hanya saja, sekali lagi pemanfaatannya masih untuk keperluan rumah tangga saja. Gas metan hasil limbah organik atau kotoran kandang itu baru dipakai sebagai bahan bakar alternatif di pedesaan. Kalaupun ada daerah-daerah yang memanfaatkannya sebagai energi listrik, jumlahnya tidak cukup banyak. Padahal Arif mengatakan bahwa daerah-daerah pedesaan di Indonesia mampu menghasilkan banyak gas metan.</p>
<p>“Itu bisa menjadi pilihan warga pedesaan mendapatkan energi alternatif listrik dan bahan bakar yang mudah, murah dan cukup efisien,” kata Arif.</p>
<p>Sebagaimana kita ketahui juga, gas metan bisa dihasilkan dari tumpukan sampah. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang, Bekasi seharusnya bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan gas metan, karena jumlah sampahnya yang begitu banyak. Sayangnya, Arif menilai proses pemisahan limbah organik yang menghasilkan gas metan menjadi kendala.</p>
<p>“Perlu dorongan positif agar pengelola mau melakukannya, sehingga bisa diperoleh bahan baku gas metan,” katanya.Arif mengatakan bahwa proses mendapatkan bahan baku gas metan sebenarnya jauh lebih sederhana dibandingkan dengan energi lainnya. Hanya saja untuk melakukannya belum menjadi prioritas.</p>
<p>Dari sampah yang menumpuk di perkotaan saja sudah menjadi potensi yang besar untuk mendapatkan gas metan, yang berguna sebagai energi alternatif. Akibat inisiatif yang kurang, sampah yang tidak teroptimalkan tersebut malah menyebabkan pencemaran.</p>
<p>“Indonesia harus bisa memanfaatkan gas metan menjadi hal yang lebih bermanfaat bagi masyarakat dan bumi,” harapnya.       </p>
<p>Gas Metan atau lengkapnya bernama gas hidrat metan memiliki kode senyawa CH4 dengan nama ilmiah methane hydrate. Disebutkan oleh para ahli bahwa di lapisan bawah kutub tertimbun kurang lebih 950 giga ton. Kontribusi gas metan terhadap pemanasan global sekitar 21 kali lebih besar daripada CO2. Begitu dia terlepas ke udara, mampu menyebabkan naiknya suhu bumi dan mempercepat pemanasan global.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/daniandrian.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/daniandrian.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/daniandrian.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/daniandrian.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/daniandrian.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/daniandrian.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/daniandrian.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/daniandrian.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/daniandrian.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/daniandrian.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/daniandrian.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/daniandrian.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/daniandrian.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/daniandrian.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daniandrian.wordpress.com&amp;blog=8960073&amp;post=8&amp;subd=daniandrian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daniandrian.wordpress.com/2009/11/11/potensi-besar-gas-metan-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/68a802086e640c89ec71121db7bbeb5c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">daniandrian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sampah Bantar Gebang Potensi Hasilkan 26 MW</title>
		<link>http://daniandrian.wordpress.com/2009/11/11/sampah-bantar-gebang-potensi-hasilkan-26-mw/</link>
		<comments>http://daniandrian.wordpress.com/2009/11/11/sampah-bantar-gebang-potensi-hasilkan-26-mw/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 01:46:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daniandrian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[kliping]]></category>
		<category><![CDATA[kompas]]></category>
		<category><![CDATA[sampah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daniandrian.wordpress.com/2009/11/11/sampah-bantar-gebang-potensi-hasilkan-26-mw/</guid>
		<description><![CDATA[Rabu, 11 November 2009 &#124; 06:29 WIB BEKASI, KOMPAS.com &#8211; Timbunan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu DKI Jakarta di Bantar Gebang, Kota Bekasi, merupakan bahan baku penghasil energi listrik. Sayangnya, sampah-sampah itu masih dibiarkan. Apabila diolah, timbunan sampah di Bantar Gebang diperkirakan dapat menghasilkan energi listrik hingga 26 megawatt. Setiap hari, TPST Bantar Gebang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daniandrian.wordpress.com&amp;blog=8960073&amp;post=7&amp;subd=daniandrian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rabu, 11 November 2009 | 06:29 WIB</p>
<p>BEKASI, KOMPAS.com &#8211; Timbunan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu DKI Jakarta di Bantar Gebang, Kota Bekasi, merupakan bahan baku penghasil energi listrik. Sayangnya, sampah-sampah itu masih dibiarkan. Apabila diolah, timbunan sampah di Bantar Gebang diperkirakan dapat menghasilkan energi listrik hingga 26 megawatt.</p>
<p>Setiap hari, TPST Bantar Gebang menerima ribuan ton sampah baru dari Jakarta. Sebagian besar merupakan sampah organik. ”Dengan menggunakan teknologi pirolisis dan Galfad yang akan dibangun di Bantar Gebang, sampah dapat menghasilkan listrik hingga 26 MW,” kata Direktur PT Godang Tua Jaya Douglas Manurung, Selasa (10/11). ”Tahap awal, mulai 2010 TPST Bantar Gebang akan menghasilkan 2 MW,” ujarnya.</p>
<p>Potensi listrik ini akan direalisasikan sebagai pembangkit listrik oleh PT Godang Tua Jaya sebagai pengelola TPST Bantar Gebang bersama PT Navigat Organic Energy Indonesia, Sindicatum Capital Carbon, dan Organic International Limited.</p>
<p>Navigat Organic memiliki pengalaman mengolah sampah menjadi sumber energi listrik di Instalasi Pengelolaan Sampah Terpadu Sarbagita di TPA Suwung, Kota Denpasar, Bali.</p>
<p>Fasilitas lain yang sedang dipersiapkan adalah pembuatan kompos, daur ulang sampah plastik, dan pengolahan gas metan.</p>
<p>”Apabila satu rumah rata-rata membutuhkan daya 1.000 watt listrik, maka listrik yang akan dihasilkan dari sampah di Bantar Gebang dapat memasok kebutuhan listrik bagi 26.000 rumah,” kata Douglas.</p>
<p>Secara terpisah, Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kota Bekasi Duddy Setiabudhi mengatakan, pengelolaan sampah menjadi sumber energi terbarukan, termasuk sumber energi listrik, memiliki prospek masa depan. ”Karena sampah akan selalu ada dan dihasilkan dari aktivitas manusia,” ujarnya.</p>
<p>Ketua Koalisi Lembaga Swadaya Masyarakat untuk Persampahan Nasional Bagong Suyoto berharap agar TPST Bantar Gebang dapat memproduksi listrik secara berkelanjutan. Mereka membutuhkan pasokan sampah dalam jumlah tetap dan juga berlanjut. Kondisi itu yang harus dijamin pemerintah. ”Kalau pasokan sampah terganggu dapat mengganggu kinerja alat-alat produksi,” kata Bagong, yang juga Ketua Dewan Daerah Walhi.</p>
<p>Menurut Bagong, upaya mengolah sampah menjadi sumber energi merupakan satu dari tiga strategi pengelolaan sampah agar tidak jadi masalah. Strategi lain adalah pengurangan sampah dan mendaur ulang sampah. (COK)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/daniandrian.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/daniandrian.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/daniandrian.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/daniandrian.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/daniandrian.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/daniandrian.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/daniandrian.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/daniandrian.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/daniandrian.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/daniandrian.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/daniandrian.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/daniandrian.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/daniandrian.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/daniandrian.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daniandrian.wordpress.com&amp;blog=8960073&amp;post=7&amp;subd=daniandrian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daniandrian.wordpress.com/2009/11/11/sampah-bantar-gebang-potensi-hasilkan-26-mw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/68a802086e640c89ec71121db7bbeb5c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">daniandrian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hah, Berwisata ke Tempat Sampah</title>
		<link>http://daniandrian.wordpress.com/2009/11/09/hah-berwisata-ke-tempat-sampah/</link>
		<comments>http://daniandrian.wordpress.com/2009/11/09/hah-berwisata-ke-tempat-sampah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 01:58:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daniandrian</dc:creator>
				<category><![CDATA[kliping]]></category>
		<category><![CDATA[kompas]]></category>
		<category><![CDATA[sampah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daniandrian.wordpress.com/2009/11/09/hah-berwisata-ke-tempat-sampah/</guid>
		<description><![CDATA[Sumber: Kompas Minggu, 8 November 2009 &#124; 11:01 WIB BANJARBARU, KOMPAS.com &#8211; Kepala Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Tata Ruang Kota Banjarbaru, Ogi Fajar Nuzuli, membuka wacana menjadikan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Hutan Panjang menjadi tempat wisata dan rekreasi. &#8220;Wacana menjadikan TPA Hutan Panjang sebagai tempat wisata memang sengaja kami angkat agar masyarakat mengetahui, TPA bukanlah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daniandrian.wordpress.com&amp;blog=8960073&amp;post=3&amp;subd=daniandrian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sumber: Kompas</p>
<p>Minggu, 8 November 2009 | 11:01 WIB</p>
<p>BANJARBARU, KOMPAS.com &#8211; Kepala Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Tata Ruang Kota Banjarbaru, Ogi Fajar Nuzuli, membuka wacana menjadikan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Hutan Panjang menjadi tempat wisata dan rekreasi.</p>
<p>&#8220;Wacana menjadikan TPA Hutan Panjang sebagai tempat wisata memang sengaja kami angkat agar masyarakat mengetahui, TPA bukanlah tempat menakutkan yang dipenuhi sampah maupun barang buangan lain,&#8221; ujarnya, Minggu (8/11).</p>
<p>Wacana itu muncul setelah melihat kondisi geografis kawasan sekitar TPA yang nyaman dan indah dipandang mata, karena berlatar panorama alam pegunungan Meratus sehingga cocok dijadikan kawasan wisata alam.</p>
<p>Selain pemandangan yang indah, TPA yang terletak di Jalan Transad Gunung Kupang, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru berbatasan dengan Desa Mandi Angin Barat, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar juga ditata sehingga tampak asri dan menarik.</p>
<p>Di depan gerbang TPA ditanami bunga hias aneka jenis dan warna membentuk taman, dan di sepanjang sisi ruas jalan mulai tumbuh pohon peneduh jenis Ketapang.</p>
<p>&#8220;Jadi, bagi yang pernah datang ke sana, seakan-akan merasa bukan memasuki kawasan TPA yang kurang nyaman karena dipenuhi sampah dan bau busuk, tetapi justru merasa datang ke tempat wisata yang teduh dan asri dihiasi pemandangan alam yang indah,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Dari sisi pengelolaan, TPA yang semula luasnya hanya 10 hektar tetapi kini bertambah menjadi 40 hektar itu, dikelola dengan baik, karena tanah bekas timbunan sampah sudah diolah menjadi pupuk organik.</p>
<p>Selain mampu menghasilkan pupuk organik, pengolahan beraneka jenis sampah juga menghasilkan pupuk cair yang bisa dimanfaatkan untuk menyirami tanaman terutama sayuran yang sudah dibudidayakan di areal setempat.</p>
<p>Pihaknya juga tengah menjajaki kerja sama dengan penanam modal yang berminat mengembangkan budidaya perikanan memanfaatkan areal sekitarnya termasuk pengembangan tanaman perkebunan seperti pisang dan jagung.</p>
<p>Jika kerja sama itu terjalin, masyarakat setempat yang jumlahnya mencapai 150 KK akan diajak menggarap. Mereka juga diberi keahlian bercocok tanam padi menggunakan pupuk organik tanpa pestisida yang produktivitas dan harga jual lebih mahal dibanding beras.</p>
<p>&#8220;Sudah ada penanam modal yang berminat dan tengah penjajakan untuk menjalin kerjasama. Jika semua konsep itu terwujud dan terealisasi di lapangan, pelan-pelan baru dipromosikan kawasan TPA sebagai tempat yang cocok baik untuk wisata maupun rekreasi,&#8221; katanya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/daniandrian.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/daniandrian.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/daniandrian.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/daniandrian.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/daniandrian.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/daniandrian.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/daniandrian.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/daniandrian.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/daniandrian.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/daniandrian.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/daniandrian.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/daniandrian.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/daniandrian.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/daniandrian.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daniandrian.wordpress.com&amp;blog=8960073&amp;post=3&amp;subd=daniandrian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daniandrian.wordpress.com/2009/11/09/hah-berwisata-ke-tempat-sampah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/68a802086e640c89ec71121db7bbeb5c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">daniandrian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://daniandrian.wordpress.com/2009/08/11/hello-world/</link>
		<comments>http://daniandrian.wordpress.com/2009/08/11/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2009 08:24:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>daniandrian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daniandrian.wordpress.com&amp;blog=8960073&amp;post=1&amp;subd=daniandrian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/daniandrian.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/daniandrian.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/daniandrian.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/daniandrian.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/daniandrian.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/daniandrian.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/daniandrian.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/daniandrian.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/daniandrian.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/daniandrian.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/daniandrian.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/daniandrian.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/daniandrian.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/daniandrian.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=daniandrian.wordpress.com&amp;blog=8960073&amp;post=1&amp;subd=daniandrian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daniandrian.wordpress.com/2009/08/11/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/68a802086e640c89ec71121db7bbeb5c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">daniandrian</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
